Paku yg Melukai Hati

Pernah ada seorang anak lelaki berwatak buruk. Ayahnya memberi dia sekantung penuh paku. Pesannya, "Pakulah batang pohon besar yang tumbuh di pekarangan itu, satu batang paku setiap kali emosimu memuncak atau berselisih paham dengan orang lain".

Hari pertama dia menancapkan 27 paku pada pokok pohon. Suara palunya terdengar sangat keras bertalu-talu. Ia berselisih hampir dengan semua orang yg ditemuinya. Pada minggu-minggu berikutnya dia belajar untuk menahan diri, dan jumlah paku yang dipakainya berkurang dari hari ke hari. Dia menyadari bahwa lebih gampang menahan diri daripada menancapkan paku pada batang pohon kayu.

Akhirnya tiba hari ketika dia tidak lagi memaku sebatang paku pun. Dengan gembira disampaikannya hal itu kepada ayahnya.

Ayahnya berkata, "Cabutlah sebatang paku dari batang pohon itu setiap hari bila kamu berhasil menahan diri dan bersabar".

Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba harinya dia bisa menyampaikan kepada ayahnya
bahwa semua paku sudah tercabut dari batang pohon.

Sang ayah mengajak anaknya ke pohon itu dan berkata,
"Anakku, kamu sudah berlaku baik.
Tetapi coba lihat betapa banyak bekas lubang yang ada di batang pohon.
Butuh waktu yg sangat lama bagi pohon untuk menutup luka.
Itupun bekasnya tetap ada dan tidak bisa kembali seperti semula.
Demikian pula kalau kamu berselisih paham atau bertengkar dengan orang lain.
Perselisihan itu selalu meninggalkan luka".

"Kau bisa menusukkan paku di punggung orang dan mencabutnya kembali,
tetapi akan meninggalkan luka.
Tak peduli berapa kali kau meminta maaf/menyesal, lukanya tinggal.
Luka melalui ucapan sama perihnya seperti luka fisik.
Ucapanmu terasa perih melukai hatinya.
Kawan-kawan adalah perhiasan yang langka.
Mereka membuatmu tertawa dan memberimu semangat.
Mereka bersedia mendengarkan jika itu kau perlukan,
mereka menunjukkan jalan dan membuka hatimu.
Tunjukkanlah kepada teman-temanmu, betapa kau menyukai mereka.
Seribu teman belumlah cukup, dan seorang musuh sudah terlalu banyak...".

0 Comments:

 

© 2007 Arsip Cyber: Paku yg Melukai Hati | Design by Rohman abdul manap | Template by : Template Unik