Kapan Idul Fitri tahun ini?



Menurut peta penampakan bulan diatas bakal ada beberapa macam penetapan Idul Fitri atau awal bulan Syawal.

  1. Menurut Kriteria Rukyat Hilal (Limit Danjon)

  2. Melihat lokasi Indonesia menurut peta visibilitas di atas, kalau Kriteria Limit Danjon diberlakukan maka semua wilayah Indonesia tidak mungkin menyaksikan hilal pada Selasa, 11 September 2007 setelah matahari terbenam. Hilal baru mungkin dirukyat pada Rabu, 12 September 2007. Dengan demikian bulan Syaban 1428 H di istikmal atau digenapkan menjadi 30 hari sesuai tuntunan syariah. Berdasarkan peninjauan tersebut jika Indonesia menganut prinsip Rukyatul Hilal dalam sistem Kalender Hijriyah maka tanggal 1 Ramadhan 1428 H jatuh pada:

    Kamis, 13 September 2007 ( Jika rukyat berhasil )
    Jum'at, 14 September 2007 ( Jika rukyat tidak berhasil )

    (Penentuan ini masih menunggu laporan dari Pos-pos Rukyatul Hilal Indonesia)


  3. Menurut Kriteria Imkanur Rukyat

  4. Pemerintah RI melalui pertemuan Menteri-menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS) menetapkan kriteria yang disebut Imkanur Rukyah yang dipakai secara resmi untuk penentuan awal bulan bulan pada kalender yang menyatakan :

    Hilal dianggap terlihat dan keesokannya ditetapkan sebagai awal bulan Hijriyah berikutnya apabila memenuhi salah satu syarat-syarat berikut:
    • Ketika matahari terbenam, ketinggian bulan di atas horison tidak kurang dari 2° dan
    • Jarak lengkung bulan-matahari (sudut elongasi) tidak kurang dari 3°. Atau
    • Ketika bulan terbenam, umur bulan tidak kurang dari 8 jam selepas ijtimak berlaku.

    Menurut Peta Ketinggian Hilal terlihat bahwa seluruh wilayah Indonesia posisi hilal berada pada ketinggian antara minus 2,5° sampai dengan minus 4° di bawah horison saat matahari terbenam di masing-masing lokasi pada hari terjadinya ijtimak sehingga syarat imkanurrukyat tidak terpenuhi. Berdasarkan hal tersebut maka bulan Syaban 1428 H di istikmal atau digenapkan menjadi 30 hari sesuai tuntunan syariah. Maka tanggal 1 Ramadhan 1428 H jatuh pada :

    Kamis, 13 September 2007


  5. Menurut Kriteria Wujudul Hilal

  6. Kriteria Wujudul Hilal dalam penentuan awal bulan Hijriyah menyatakan bahwa : "Jika setelah terjadi ijtimak, bulan terbenam setelah terbenamnya matahari maka malam itu ditetapkan sebagai awal bulan Hijriyah tanpa melihat berapapun sudut ketinggian bulan saat matahari terbenam. Berdasarkan posisi hilal saat matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia maka syarat wujudul hilal tidak terpenuhi. Berdasarkan hal tersebut maka bulan Syaban 1428 H di istikmal atau digenapkan menjadi 30 hari sesuai tuntunan syariah. Maka tanggal 1 Ramadhan 1428 H jatuh pada hari:

    Kamis, 13 September 2007


  7. Menurut Kriteria Kalender Hijriyah Global

  8. Universal Hejri Calendar (UHC) merupakan Kalender Hijriyah Global usulan dari Komite Mawaqit dari Arab Union for Astronomy and Space Sciences (AUASS) berdasarkan hasil Konferensi Ke-2 Atronomi Islam di Amman Jordania pada tahun 2001. Kalender universal ini membagi wilayah dunia menjadi 2 region sehingga sering disebut Bizonal Hejri Calendar. Zona Timur meliputi 180° BT ~ 20° BB sedangkan Zona Barat meliputi 20° BB ~ Benua Amerika. Adapun kriteria yang digunakan tetap mengacu pada visibilitas hilal. Berdasarkan peta visibilitas hilal hari kedua pasca ijtimak pada kedua zona tersebut maka 1 Ramadhan 1428 H jatuh pada hari:

    Zona Timur: Kamis, 13 September 2007
    Zona Barat: Kamis, 13 September 2007


  9. Menurut Kriteria Rukyat Hilal Saudi

  10. Kurangnya pemahaman terhadap perkembangan dan modernisasi ilmu falak yang dimiliki oleh para perukyat sering menyebabkan terjadinya kesalahan identifikasi terhadap obyek yang disebut "hilal" baik yang "sengaja salah" maupun yang tidak disengaja. Klaim terhadap kenampakan hilal oleh seeorang atau kelompok perukyat pada saat hilal masih berada di bawah "limit visibilitas" atau bahkan saat hilal sudah di bawah ufuk sering terjadi. Tidak hanya di Indonesia bahkan di negara-negara lain kasus ini sering terjadi misalnya Arab Saudi sebagai contoh. Sudah bukan berita baru lagi bahwa Saudi kerap kali melakukan istbat terhadap laporan rukyat yang "kontroversi".

    Kasus Idul Adha 1424 H yang lalu merupakan salah satu contoh. Bahkan baru-baru ini Saudi juga mengklaim dapat menyaksikan hilal Sya'ban pada 14 September 2007 saat hilal baru berumur sekitar 4 jam selepas ijtimak. Namun demikian keputusan Saudi taat diikuti oleh rakyatnya bahkan banyak diikuti juga oleh negara-negara lain termasuk sebagian masyarakat Indonesia.

    Kalender resmi Saudi yang dinamakan "Ummul Quro" telah berkali-kali mengganti kriterianya. Ironisnya banyak istbat penentuan awal bulan justru tidak menggunakan kriteria kalender ini. Sulitnya merumuskan kriteria berdasarkan "klaim rukyat" ini karena kriteria rukyatul hilal yang dipakai Saudi hanya mendasarkan pada laporan rukyat dari seseorang tanpa terlebih dahulu melakukan klarifikasi dan konfirmasi terhadap laporan tersebut. Hanya dengan mengucapkan syahadah maka laporan tersebut sah adanya begitu tuntunan syariatnya.

    Berdasarkan laporan-laporan klaim rukyat tersebut semakin nampak jelas bahwa kriteria awal bulan yang digunakan oleh Saudi lebih mengarah kepada kriteria "Ijtimak Qablal Ghurub" yaitu ".. jika ijtimak terjadi sebelum waktu maghrib maka esoknya adalah bulan baru tanpa mengindahkan faktor-faktor yang lain misalnya ketinggian hilal saat terbenamnya matahari ..". Dengan menggunakan acuan ini maka penetapan tanggal 1 Ramadhan 1428 H di Saudi akan jatuh pada :

    Rabu, 12 September 2007

    (Ijtimak Qablal Ghurub)

    Di Makkah, Saudi pada Selasa, 11 September 2007 ghurub terjadi pada pukul 18:28 Waktu Mekah dan Ijtimak terjadi pada pukul 15:44 Waktu Mekah. Tinggi hilal minus (-) 1° 38,7' di bawah ufuk saat matahari terbenam.

    Dan tanpa diketahui sebab pastinya Kerajaan Arab Saudi (KSA) melalui Majlis Al Qadha Al A'ala mengumumkan kepada seluruh masyarakat bahwa awal Ramadhan kali ini dimulai pada :

    Kamis, 13 September 2007

    Hal ini dikarenakan pada dua hari berturut-turut yaitu Senin (10/9) dan Selasa (11/9) saat Saudi melaksanakan rukyat secara resmi tidak ada laporan yang menyatakan hilal dapat dirukyat baru kemudian pada hari Rabunya ada laporan hilal dapat dirukyat. Namun demikian alasanken apa Saudi menetapkan awal Ramadhan jatuh pada 11/9 masih menyisakan misteri, karena di Saudi pada Selasa sudah memenuhi kondisi "Ijtimak Qablal Ghurub".

    Begitulah beberapa penentuan hari raya Idul Fitri yg bakalan tidak sama.


Lihat keterangan lengkap di Rukyatul Hilal Indonesia

0 Comments:

 

© 2007 Arsip Cyber: Kapan Idul Fitri tahun ini? | Design by Rohman abdul manap | Template by : Template Unik